Anda para wanita pecinta kopi? Ada berita bagus. Minum kopi 4 cangkir sehari ternyata justru bukan hanya membuat mata melek tetapi juga bisa mengurangi risiko terkena serangan stroke. Itulah hasil riset yang baru saja dilansir beberapa minggu lalu. Simak saja info kompletnya berikut ini!
Mengkonsumsi kopi secara teratur ternyata mampu mengurangi risiko terkena penyakit stroke pada wanita. Hasil penelitian ini telah di lansir di Circulation: Journal of the American Heart Association. Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang meminum empat cangkir kopi per hari atau lebih ternyata telah mengurangi sekitar 20% risiko terserang stroke jika dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi secangkir kopi dalam sebulan.
Minum 2 atau 3 cangkir kopi perhari mampu mengurangi risiko terkena stroke sebanyak 19%. Sedangkan kalau meminumnya sebanyak lima hingga tujuh kali dalam seminggu mampu mengurangi resikonya hingga 12%. Para peneliti telah mengumpulkan data dari 83.076 wanita yang ikut berpartisipasi dalam the Nurses Health Study. Penelitian mulai dilakukan sejak tahun 1980, para peserta tersebut tidak memiliki catatan kesehatan yang buruk. Contohnya tidak pernah mengalami stroke, serangan jantung, diabetes, dan juga kanker.
Setiap dua hingga empat tahun, para wanita tersebut mengisi kuisioner tentang frekuensi makanan diet mereka. Selama masa penelitian, dimana sudah berjalan kurang lebih 24 tahun terakhir tercatat 2280 wanita terserang stroke. Manfaat meminum kopi ini baru terasa hasilnya pada wanita yang tidak merokok dan memiliki catatan kesehatan yang sangat baik.
Bagi para wanita yang tidak merokok atau sudah stop kebiasaan tersebut, meminum empat cangkir kopi atau lebih dalam sehari ternyata mampu mengurangi risiko terserang stroke hingga 43%. Namun bagi para wanita yang merokok, meminum empat cangkir kopi atau lebih hanya mampu mengurangi risiko terserang stroke sebanyak 3%.
"Keuntungan meminum kopi yang sangat potensial ternyata tidak dapat mengimbangi efek merokok pada kesehatan," ujar Esther Lopez-Garcia, penulis pada proyek penelitian dan asisten professor pada pengobatan preventif Universidad Autonoma de Madrid, Spanyol.
Selain merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol yang cukup tinggi juga menetralkan efek meminum kopi. Manfaat kopi itu sendiri ternyata tidak datang dari kafein. Para peserta yang meminum teh dan minuman lain yang berkafein rendah tidak mengalami penurunan yang sama dalam risiko terserang stroke.
"Temuan ini mendukung hipotesa bahwa unsur lain yang terkandung dalam kopi selain kafein yang mungkin menjadi penyebab utama keuntungan yang sangat potensial dalam kopi guna mengurangi risiko terkena stroke," ujar Lopez-Gracia. "Antioksidan dalam kopi mengurangi peradangan dan juga memperbaiki fungsi pembuluh darah," tambahnya
"Efek positif dalam kopi hanya dapat dirasakan pada orang yang memiliki catatan kesehatan yang baik," terangnya. "Tapi kopi juga dapat memperburuk kondisi tubuh jika memang Anda memiliki catatan kesehatan yang buruk; seperti insomnia, sering merasa gelisah, darah tinggi, atau masalah dengan jantung. Kalau memang Anda memiliki catatan kesehatan yang kurang baik, sebaiknya Anda melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter perihal efek sampingnya".
Dan dari data yang ada menunjukkan bahwa semua wanita harus tetap waspada dalam meperhatikan faktor-faktor yang mampu menyebabkan terjadinya stroke dalam diri mereka. Dengan meminum kopi bukan berarti membuat semua faktor pembawa itu menjadi hilang.
Nah, kalau Anda memang memiliki catatan kesehatan yang baik tak ada salahnya mencoba minum kopi yang hangat dan harum!
(sumber : DetikFood.com)
Selengkapnya...
Kopi Mengurangi Risiko Stroke Pada Wanita?
Bakso Kuah Plus Singkong Renyah
Suasana asri di teras rumah gaya kolonial ini bagai menyeret kami menyusuri lorong waktu. Di sore yang semilir sepiring singkong goreng bawang yang mempur gurih dan wangi terasa sedap. Rasa gurihnya bagai berlomba dengan kuah bakso tulang iga yang hangat-hangat wangi. Sebuah jeda yang nyaman di sore hari yang bisa Anda coba sore ini!
Sore yang sedikit melelahkan sengaja ingin saya lewatkan dengan rencana mampir ke toko kue tradisional langganan saya. Saat melewati taman Ayodhya (bekas kawasan penjual bunga jalan Barito) saya sedikit kaget. Ternyata taman menjadi asri dengan air mancur dan pohon-pohon teduh. Sengaja pula saya mengitari bundaran taman itu sekali lagi untuk menikmati suasana baru yang asli.
Persis di belokan pertama dari jalan Barito, saya menemukan sebuah rumah kuno gaya lolonial yang asri. Berpilar putih bundar dengan jendela-jendela bercat putih menjulang tinggi. Halamannya luas, ditata asri dengan pot-pot tembaga besar berisi pakis, aglonema dan kuping gajah. Semuanya terasa sangat elok, bagai saya melihat bayangan rumah nenek saya di kota kelahiran saya.
Ternyata setelah saya cek ke tukang parkir, memang benar, rumah yang bertulisan 'Dapoer' itu sebuah restoran seperti dugaan saya. Melangkah ke teras depan berlantai marmer, sudah tampah beberapa meja diisi pengunjung yang sedang mengobrol santai.
Restoran ini memang menempati sebuah bagunan rumah tua yang terpelihara. Di bagian dalam terdapat furnitur masa colonial, kursi tamu, meja marmer panjang dengan kursi kayu lengkap dengan pernak-pernik hiasan lampu dan dinding dari zaman Belanda. Lagu 'Aryati' berirama keroncong yang mendayu-dayu menambah kental suasana colonial!
Daftar menu yang disodorkan, memberi sedikit pengantar soal kuliner Indonesia yang merupakan perpaduan kuliner Melayu, Cina, Belanda dan juga India. Maka jenis-jenis makanan pun dikategorikan berdasarkan pengaruh budaya tiap negera. Maka di samping iga bakar madu, oseng-oseng koyor, bobor pakis, nasi goreng kampoeng, bakmie goreng juga ada combro, poffertjes, dan pisang goreng.
Sore yang mendung dan sedikit dingin membuat saya memutuskan memesan sepiring singkong goreng bawang, dan bakso tulang iga. Minuman yang saya rasa paling pas adalah wedang teh jahe dan teh poci. Padahal saya juga tergiur dengan es cincau dan combro. Suasana rumah yang adem, lagu keroncong dan semilir angin bagai melemahkan syaraf-syaraf keletihan. Padahal di lantai dua resto dan di teras samping juga diwarnai suara celoteh pengunjung yang mengobrol dengan suara keras.
Semangkuk besar bakso sapi tulang iga dan sepiring singkong goreng bawang putih disajikan panas di hadapan saya. Uap bakso kuah langsung tercium gurih wangi. Sobekan pertama singkong goreng yang garing kecokelatan langsung masuk ke mulut saya. Tampilannya tak beda dengan singkong goreng abang gorengan. Hanya saja singkong yang mekar sampai terbuka panjang ini terasa sangat mempur, gurih empuk dengan aroma bawang putih yang wangi enak.
Bakso kuah dengan tulang iga sapi berdaging juga empuk, gurih dengan daging iga yang sangat lembut. Ini memandakan kaldu dan iga dimasak cukup lama. Hanya sayang mungkin apinya terlalu besar sehingga kaldu agak keruh. Hirupan pertama langsung terasa rasa dan aroma daging sapi yang sangat kuah.
Rasa gurih di mulut langsung saya bilas dengan wedang teh jahe yang tidak terlalu manis (karena memakai gula batu), panas dengan aroma hangat jahe. Wah, sebuah bilasan yang sangat pas. Teh tubruk yang disajikan dalam poci tanah liat bersama gula batu, benar-benar wangi semerbak. Nasgitel (panas legi kentel) khas Jawa!
Sepertinya memang saya harus mengulang kunjungan ke Dapoer. Tak sekedar membangkitkan kenangan akan rumah nenek tetapi juga sekedar menikmati rehat yang nyaman. Mungkin lain kali saya harus mencicipi botok meniran, oseng koyor dan sambal mangga muda yang sedap!
Dengan iringan lagu keroncong 'Sepasang Mata Bola' yang mengalun lembut sayapun melangkahkan kaki meninggalkan resto, kembali menyusuri Jakarta yang makin macet saat senja turun.
Dapoer Rasa Asli Tempo Doeloe
Jl. Lamandaoe III No.5
Mahakam - Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-7243286 ( dev / Odi )
Selengkapnya...

